Name of members :
1) GOH POI YEE
( A 138502 )
2) AIDA SYAZWANI BINTI ABDUL
RAZAK ( A138191 )
3) NURAINI BINTI KAMARUDDIN
( A138321 )
Mision : 1 ) To build the pupils understanding about the concept of long and short that they can apply in daily life routines effectively and at the same time to use this knowledge to further their studies. 2) To ensure the pupils know and understand concepts and definition related to long and short topic.
Vision : 1) This project helps the group members to
understand the information technology concept in depth, meaningful and
precisely enabling us to explore the information technology concept . For
example : the use of computers, programming language, some particular softwares
such as Microsoft Visual Basic, BlueJ and websites in the internet.
2)
A good understanding of the programming language like C++ and Java
can be
implemented to the group members during the process of doing the project by
writing the codings to build the modules which related to the topic.
3) Good moral values can be cultivated through suitable context. For example,
learning in groups or doing projects in group can help people to develop social
skills and encourage cooperation and self-confidence in this subject. To assist
the group members in having positive attitudes and personalities and thinking
systematically have to be absorbed throughout this project.
Introduction of Topic
The curriculum at the primary level (KBSR) emphasises the basic of acquisition of basic concepts and skills. Several factors have been taken into account when designing the modules and there are : basic concepts and skills of long and short, vocabulary used and the level of proficiency of English. It is hoped that with the knowledge and the skills acquired, pupils with discover, adapt , modify and be inovative in facing the future challenges in daily life.
The topic for this area is divided to the sub topics as follows :
Length :
- long
- short
The learning Area outline the depth of the knowledge and skills that should be mastered during the allocated time for learning. The learning areas are broken down into a few columns for a particular objective, what should the pupils know and understand at the end of the respective topics.
Column 1 : Learning Objectives
Column 2 : Teaching and Learning Activities
Column 3 : Learning Outcomes
Column 4 : Vocabulary ( longer than , shorter than, taller than long , short, tall)
When I get this topic from the youth jam website : "What can I do with the Sony Cyber-shot WX100 in my daily life ? Usually , we will use camera to capture and record the gamut of feeling and facial expression, the beauty of the mother nature and others. But I will take use Sony Cyber-shot WX100 to capture every speciality of culture in the world and the special moments. I like travelling. Camera is an important goods that I will bring along when I travel. I will always remember life is like a camera. We just focus on what's important and capture the special moments. If things can't work out , take another shot.
Hari ini , kita kelas TH menyambut hari jadi bagi - Joey, Yi Hang dan Ai Li di pusanika. Kita sangat gembira dapat menyambut hari jadi bersama-sama dan juga makan kek. Bermula-mulanya, kita hanya menyambut hari jadi dengan Joey saja. Tapi , selepas kita mengetahui tarikh hari jadi Yi Hang dan Ai Li yang dekat, kita menyambutnya dengan kek yang sama , dan lilin yang sama. Sangat minta maaf terhadap Yi Hang dan Ai Li .. Saya berharap semua orang berasa gembira selepas penyambutan ini.
Balet adalah nama dari salah satu teknik tarian. Karya tari yang
dikoreografi menggunakan teknik ini dinamakan balet, dan meliputi:
tarian itu sendiri, mime, akting, dan musik (baik musik orkestra ataupun
nyanyian). Balet terkenal dengan teknik virtuosonya seperti pointe
work, grand pas de deux, dan mengangkat kaki tinggi-tinggi bernama arabesque serta berlompat dengan pelbagai teknik.
Istilah ballo pertama kali digunakan oleh Domenico da Piacenza (dalam De
Arte Saltandi et Choreas Ducendi), sehingga karyanya dikenal sebagai
balleti atau balli yang kemudian menjadi ballet. Istilah ballet itu
sendiri dicetuskan oleh Balthasar de Beaujoyeulx dalam Ballet Comique de
la Royne (1581) yang merupakan ballet comique (drama ballet). Pada
tahun yang sama, Fabritio Caroso menerbitkan Il Ballarino, yaitu panduan
teknis mengenai menari balet, yang membuat Italia menjadi pusat utama
berkembangnya tari balet.
Sejarah balet
Balet berakar pada acara pertemuan para Italian di masa
pencerahan. Selanjutnya, balet dikembangkan yang dilakukan bersama musik, pidato, berpuisi, nyanyian,
dekor, dan kostum oleh para ningrat Prancis. Balet kemudian berkembang
sebagai bentukan seni tersendiri di Prancis pada masa pemerintahan raja
Louise XIV yang sangat mencintai seni tari dan bertekad untuk memajukan
kualitas seni tari pada masa itu. Sang raja mendirikan Académie Royale
de Danse pada tahun 1661, dan pada tahun yang sama, balet komedi karya
Jean-Baptist Lully ditampilkan. Bentuk balet awal berupa sebuah seni
panggung di mana adegan-adegannya berupa tarian. Lully lalu mendalami
balet opera dan mendirikan sekolah untuk mendidik penari balet
profesional yang berhubungan dengan Académie Royale de Musique. Di
sekolah tersebut, sistem pendidikannya berdasarkan tata krama ningrat.
Abad ke-18 merupakan periode di mana standar teknis balet menjadi sangat
maju. Pada masa ini pula balet menjadi bentukan seni drama yang serius
dan setara dengan opera. Kemajuan ini disebabkan oleh karya penting dari
Jean-Georges Noverre yang berjudul Lettres sur la danse et les ballets
(1760), yang merintis berkembangnya ballet d'action di mana penari
diharuskan mengekspresikan karakter dan menampilkan narasi cerita. Musik
balet itu sendiri berkembang sangat pesat pada masa itu oleh komponis
seperti Christopher Gluck. Pada akhir masa itu, opera menjadi terbagi
tiga teknik formal yaitu sérieux, demi-caractère dan comique, dan balet
turut menjadi bagian di dalam opera sebagai pengantar adegan yang
diistilahkan sebagai divertissements.
Abad ke-19 merupakan periode di mana banyak terjadi perubahan sosial.
Perubahan ini juga tercermin dalam balet, yang bergeser jauh dari
bentukan seni yang sangat ningrat (Balet romantik). Ballerina seperti
Marie Taglioni dan Fanny Elssler merintis teknik baru berupa pointe work
yang menyebabkan peran ballerina (penari balet wanita) menjadi sangat
penting di atas panggung. Sementara itu, para librettist profesional
mulai memasukkan cerita dalam balet, dan guru balet seperti Carlo Blasis
mengkodifikasi teknik balet sehingga menjadi teknik dasar yang masih
digunakan hingga sekarang. Balet mengalami penurunan pamor setelah 1850
di kebanyakan negara barat selain Denmark dan Rusia (berkat para master
seperti August Bournonville, Jules Perrot, dan Marius Petipa). Sanggar
balet Rusia, terutama setelah Perang Dunia II, banyak melakukan tur
keliling dunia sehingga menjaga balet tetap hidup di dunia dan banyak
dikenal oleh masyarakat umum.
**virtuoso=Ahli; menggunakan teknik yang sulit
Pointe work
Dalam menari balet ada salah satu teknik tariannya yang disebut sebagai
en pointe atau pointe work, yaitu gerakan berjinjit hingga ujung kaki
sambil melakukan gerakan-gerakan balet. Teknik ini dilakukan dengan
sepatu khusus yang berujung keras yang disebut pointe shoes (sepatu
balet berpita). Sepatu balet memang terkesan unik tidak seperti sepatu
yang kita kenakan sehari-hari.
Menari en pointe atau dikenal juga sebagai pointe work, adalah berjinjit
hingga ujung jari kaki sembari melakukan gerakan-gerakan balet. Teknik
ini dilakukan dengan sepatu khusus yang berujung keras, yang bernama
point shoes. Teknik ini memerlukan kekuatan dan keahlian yang besar dari
seorang penari balet, dan juga merupakan tujuan utama bagi seorang
penari balet wanita (balerina). Meskipun nampak sangat halus, sebenarnya
teknik ini sangat menyakitkan dan dapat menyebabkan cedera kaki.
Selain balet romantik, jenis tarian lain juga menggunakan
langkah-langkah pendek di atas jari kaki, misalnya tarian jazz, tarian
jalanan (street dance) dan tap dance. Dalam tap dance teknik ini dikenal
sebagai toe stand.
Sekitar tahun 1920-1930-an, Harriet Hoctor, seorang penari panggung
komedi, mengenakan sepatu pointe yang diengkapi sol dan ujung besi, agar
dapat mengetuk dan menekuk sembari berada dalam posisi en pointe.
Penari lain bahkan memasukan gotri di ujung sepatu mereka agar dapat
berputar lebih cepat, namun praktek ini dihentikan karena berisiko
tinggi dengan patahnya sol sepatu besi tersebut.
Penari balet masa kini mengenakan sepatu pointe dari satin dengan sol
yang bisa ditekuk, dan ujung jari yang terbuat dari kanvas, serat
hessian, kertas, dan lem. Karena sepatu ini sangatlah kaku saat masih
baru, para penari melenturkan sepatu itu dengan berbagai macam cara:
mulai dari menghantamkan sepatu itu ke atas beton, meremasnya dengan
kusen pintu, atau memijat-mijatnya dengan tangan.
Sebelum mulai belajar pointe work, beberapa penari menggunakan sepatu
demi-pointe (setengah pointe). Sepatu ini, yang juga disebut sepatu
pre-pointe atau soft block, memiliki karakteristik seperti halnya sepatu
balet yang lembut (soft shoes), dengan sol yang lemas, namun penampilan
luarnya serupa dengan pointe shoe. Bagian ujung jari dirancang persis
sama seperti sepatu pointe. Karena sepatu demi-pointe tidak memiliki sol
keras yang penting dalam mendukung penari en pointe, sepatu ini tidak
cukup aman untuk digunakan menari en pointe. Fungsi sepatu demi-pointe
ini lebih untuk membiasakan penari dengan rasa-nya memakai sepatu pointe
saja, sebelum si penari mulai benar-benar menari en pointe.
Seorang penari yang ingin menari en pointe harus memiliki badan yang
cukup kuat, kalau tidak kaki, lutut dan sendinya dapat cedera. Menari en
pointe hanya boleh dilakukan kalau si penari sudah berumur sebelas
tahun. Kalau lebih muda dari itu, tulang kaki belum benar-benar
terbentuk, dan kaki bisa-bisa menjadi cacat.
Menari en pointe memerlukan dukungan seluruh badan, termasuk otot kaki
dan otot perut. Latihan seperti releve sangat membantu dalam pemanasan.
Malaysia merupakan negara berbilang kaum dan terdiri daripada beberapa kaum seperti orang Melayu, orang Cina ,India , Iban dan Kadazan. Pelbagai adat dan budaya yang dapat dipelajari. Kita boleh melihat kebudayaan daripada tariannya. Tarian dapat didefinisikan sebagai satu seni tari pergerakkan badan,kaki dan tangan mengikut rentak muzik yang dimainkan. Tarian yang dipersembahkan dari setiap kaum mempunyai asal usul dan tujuan tersendiri.Sebagai contoh tarian mak yong,zapin,gamelan,asyik,kathak,bhrata natyam,singa,kipas,ngajat dan sumazau.Melalui tarian, kita juga boleh memantapkan hubungan antara kaum.
Tarian Melayu
1.TARIAN MAK YONG
Tarian mak yong merupakan sejenis tarian Melayu tradisional. Drama tari Mak Yong ini merupakan sebagai suatu bentuk drama-tari Melayu yang menggabungkan unsur-unsur ritual, lakonan dan tarian yang digayakan, muzik vokal, lagu, cerita dan teks percakapan yang formal dan bersahaja. Dicipta untuk hiburan kerabat di Raja khususnya dari golongan Selatan Thailand, tarian ini juga menggabungkan drama romantis, tarian dan nyayian dengan gaya menawan yang mengisahkan zaman kegemilangan kesultanan melayu. Sesuai dipersembahkan selepas orang-orang kampung selesai menuai padi dibendang.
Tarian zapin merupakan tarian yang terkenal di negeri Johor. perkataan zapin berasal daripada Al-zaffan iaitu gerak kaki. Mengikut sejarah tarian ini pada mulanya adalah sebagai tarian hiburan di istana yang dibawa dari Hadramaut,Yaman Selatan oleh pedagang Arab pada abad ke-13 yang bertujuan digunakan amalan berzikir untuk menyebarkan pengetahuan mengenai sejarah tamadun islam.Kini,tarian zapin masih lagi dipersembahkan dalam majlis formal dan tidak formal. Sebagai contoh majlis perkahwinan,majlis perasmian dan sebagainya.
Tarian sumazau adalah tarian kaum kadazan yang lazimnya dipersembahkan sewaktu acara-acara keagamaan dan kemasyarakatan. Ia dipersembahkan sebagai tanda kesyukuran atas hasil tuaian padi yang banyak, untuk menghindar roh jahat, dan untuk mengubati penyakit. Penari lelaki dan perempuan mempersembahkan tarian yang mengasyikkan ini dengan gerak-geri yang perlahan serta pergerakan yang menggambarkan burung yang sedang terbang.
Tarian kipas merupakan satu jenis tarian yang memerlukan 9 orang ahli, di mana 7 wanita dan 2 lelaki. Jenis tarian ini menunjukkan bahawa kipas cina mempunyai erti yang sebati dalam masyarakat cina di mana dewa-dewi pada masa lalu sentiasa menjadikan kipas sebagai alat keperluan. Tambahan lagi, angin merupakan satu tradisi masyarakat cina yang mana masyarakat cina mempercayai "Fung Shui" iaitu suatu kepercayaan masyarakat cina umumnya tentang suatu pentanda yang baik dan buruk terhadap sesuatu kehidupan di tempat mereka. Oleh itu, jenis tarian ini dimainkan supaya tarian ini boleh membawa kebaikan atau "Fung Shui" yang baik kepada seluruh anggota masyarakat.
Tarian Kathak merupakan salah satu tarian klasikal India yang berasal dari utara India.
Perkataan Kathak berasal dari perkataan india iaitu katha yang bermaksud "seni bercerita" .
Dari sifat asalnya yang merupakan ekspresi menghambakan diri kepada dewa-dewa Hindu. Kathak telah berkembang ke istana-istana pemerintah.
Pada kurun ke-11 dan 12, diwaktu pemerintahan era mogul di India persembahan tarian Kathak telah berpindah dari kuil ke istana-istana Mogul. Seni tarian Kathak ketika itu juga telah dicampuri tarian budaya Turki dan Parsi. Ketika era inilah teknik chakkar (pusing) diperkenalkan dipercayai dari Tarian Sufi dari Turki.
Tarian klasik india ini bagaikan sebuah puisi dalam gerak tari.Tarian yang dramatik dan bersemangat ini berdasarkan kisah epik India purba, dan memaparkan lebih dari 100 gerak tarian dan gaya badan.Memandangkan tarian ini memakan masa yang lama untuk dikuasai, terdapat sesetengah penari kanak-kanak yang mula berlatih pada umur semuda lima tahun.
Tarian Ngajat bagi orang-orang Iban ialah tarian semasa menyambut Hari Gawai. Penari memakai tarian tradisi seperti sirat, gagung, atau baju burung serta topi yang dihias dengan bulu burung. Gagung merupakan sejenis baju yang tebal dan keras yang diperbuat daripada kulit haiwan seperti kulit beruang tetapi tidak dijahit kiri dan kanannya. Tarian ini ditarikan dengan berdiri diatas bulatan langsaran ke atas dan ke bawah,penari akan melompat bersama iringan lagu dimana setiap rentak yang dimainkan adalah bersesuaian dengan upacaranya. Satu lagi tarian ini ialah penari akan memegang perisai kayu ditangan kiri dan pedang di tangan kanan lalu menari seperti berdepan dengan musuh dengan menghayunkan tangannya ke kiri dan ke kanan. Alat-alat yang digunakan dalam tarian ini adalah seperti gong besar dan kecil, gendang, tawak, bebendai, engkurumong dan Sapeh, iaitu alat bertali seperti gitar.
ialah sebentuk tarian dan persembahan tradisional dalam budaya Cina. Sepertilah tarian singa, tarian naga sering dipersembahkan pada musim perayaan. Orang Cina selalu menyebut "Keturunan Naga sebagai lambang identiti etnik.
Pada fikiran orang Cina, naga adalah sejenis hidupan yang menguntungkan. Naga mewakili kekuatan yang tiada bandingan yang boleh menghilangkan nasib buruk dan mencegah jenayah. Oleh sebab itu, sejak zaman nenek moyang semasa mereka merayakan Tahun Baru Cina, atau memimpin prosesi untuk menyambut seorang dewa, bahkan ketika ada bencana alam atau bencana peribadi berlaku, mereka akan mengadakan tarian naga untuk berdoa supaya mendapat berkat dari syurga.
Dalam tarian ini, sepasukan orang Cina memegang sebatang "naga" — iaitu imej naga Cina — dengan tiang. Penari-penari hadapan mengangkat, mencelup, membidas, dan menyapu kepala naga, yang boleh memiliki ciri-ciri animasi yang dikawal oleh seorang penari dan kadang-kala dikawal untuk mengeluarkan asap dari alat-alat piroteknik. Pasukan tarian meniru apa yang dipercayai sebagai gerakan semangat sungai ini secara berbelok-belok dan beralun-alun.Gerakan-gerakan dalam persembahan ini secara tradisinya melambangkan peranan-peranan naga yang menunjukkan kuasa dan maruah. Tarian naga ialah satu acara utama sambutan Tahun Baru Cina.